Transformasi Digital Berbasis Rawayan Jati Sunda : Inovasi Manajemen SILOKA Karya Dr. Tita Agustini Gebrak Dunia Pendidikan Sumedang

Pewarta : Ghalih Chahyadi / Editor : PNS

Metrojabaronline.com // Sumedang, -Dunia pendidikan di Kabupaten Sumedang kembali melahirkan terobosan inspiratif yang memadukan keunggulan teknologi digital dengan kearifan lokal. Adalah Dr. Tita Agustini, M.Pd., seorang Pengawas Ahli Muda Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang asal Dusun Pangkalan, Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, yang sukses menciptakan inovasi bertajuk Manajemen SILOKA (Sistem Informasi Lokacita Karya Atikan).

Inovasi ini lahir sebagai jawaban atas berbagai tantangan pengawasan sekolah di lapangan yang selama ini terbatas oleh luasnya wilayah geografis, banyaknya sekolah binaan, tumpukan administrasi manual, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital. Melalui platform portal berbasis site, SILOKA merombak pola pengawasan lama menjadi sistem pendampingan yang jauh lebih terstruktur, transparan, dan berbasis data.

Keunggulan utama dari Manajemen SILOKA terletak pada perpaduan antara struktur manajemen modern POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dengan nilai-nilai filosofis Rawayan Jati Sunda serta spirit Sumanget Kasumedangan. Melalui pendekatan ini, setiap tahapan pendampingan sekolah, mulai dari perencanaan berbasis Rapor Pendidikan hingga evaluasi digital yang paperless, selalu dijiwai oleh Sumanget Kasumedangan.

Implementasi SILOKA terbukti memberikan dampak positif dan efisiensi yang signifikan bagi tata kelola pendidikan di Sumedang. Inovasi ini mampu meningkatkan efisiensi waktu pengelolaan administrasi hingga 80%, mengoptimalkan ketepatan pengarsipan data mencapai 90%, serta menghemat efisiensi biaya cetak hingga 50% karena seluruh dokumen tersimpan secara digital dan dapat diakses secara real-time.

Atas dedikasi dan dampaknya yang luar biasa, Dr. Tita Agustini, M.Pd. dianugerahi penghargaan Juara 1 ASN Berprestasi Kategori Inovatif tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2026 oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir. Karya inovatif ini juga telah secara resmi mengantongi Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum RI, dengan harapan besar dapat diimplementasikan lebih luas guna mewujudkan ekosistem pendidikan Sumedang yang adaptif, bermutu, dan berkarakter.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *