Abah Anton Charliyan Dampingi Rhoma Irama dan Gus Abas, Dakwah Budaya PWI LS Jabar Tegaskan Pentingnya Iman dan Takwa

Metrojabaronline.com // Indramayu, – Abah H. Anton Charliyan selaku Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat sekaligus Ketua Dewan Penasihat PWI LS menghadiri acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus PWI LS Jawa Barat periode 2026–2031 yang dikemas dalam kegiatan bertema Dakwah Budaya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-Alun Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Sabtu (29/8/2026).

Acara tersebut menjadi momentum penting bagi PWI LS atau Perjuangan Wali Songo – Laskar Sabilillah, khususnya dalam pengukuhan kepengurusan baru PWI LS Jawa Barat periode 2026–2031.

Dalam kegiatan tersebut, KH Mustofa Bisri terpilih sebagai Ketua PWI LS Jawa Barat periode 2026–2031.

Sejumlah tokoh turut hadir dan memberikan dakwah dalam kegiatan tersebut. Di antaranya pendakwah utama H. Rhoma Irama, kemudian Ketua Umum PWI LS Pusat Dr. KH Gus M. Abas, serta sesepuh Abah KH Jafar Shidiq dari Malalengka.

Dalam dakwahnya, Gus Abas menyampaikan bahwa ketinggian derajat seseorang dalam Islam tidak ditentukan oleh garis keturunannya, sekalipun seseorang tersebut berasal dari keturunan Nabi dan Rasul.

Menurutnya, yang menentukan tinggi rendahnya derajat seseorang di hadapan Allah SWT adalah keimanan dan ketakwaannya.

Gus Abas menegaskan bahwa garis keturunan sama sekali tidak akan bisa menolong seseorang dalam menyelamatkan dirinya dari hisab Allah SWT.

Ia juga menyinggung adanya pihak-pihak yang mengklaim bahwa keturunan dari satu klan mempunyai duriah yang lebih istimewa, bahkan merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta, Allah SWT.

Pandangan tersebut, menurut pesan yang disampaikan dalam dakwahnya, tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan derajat seseorang dalam Islam.

Sebab, garis keturunan sehebat apa pun tidak dapat menentukan derajat keislaman seseorang.

Hal senada juga disampaikan oleh Bang H. Rhoma Irama dalam Dakwah Budayanya.

Menurut Bang H. Rhoma Irama, Rasulullah SAW dalam setiap syiar, bahkan dalam hadis, tidak pernah menitipkan dan mengamanatkan keistimewaan garis keturunannya. Rasulullah SAW justru selalu berpesan tentang para sahabat dan umatnya.

Artinya, Islam tidak mengistimewakan seseorang hanya berdasarkan garis keturunannya.

Sekali lagi, derajat keislaman seseorang hanya dapat ditentukan oleh keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT, bukan oleh garis keturunan.

Sementara itu, Abah Anton Charliyan dalam keterangannya kepada redaksi kami di lapangan mengatakan bahwa dalam sebuah syiar Islam sampai kapan pun perlu adanya sinergi yang erat antara agama dan budaya.

Menurut Abah Anton, agama dan budaya jangan sampai saling berbenturan, melainkan harus dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi.

“Karena titik berat agama itu mengajarkan tentang kebenaran mutlak, sementara budaya mengajarkan tentang kebaikan, seperti adab, etika, sopan santun dan lain sebagainya,” ujar Abah Anton.

Ia menambahkan, apabila agama dapat bersinergi dengan budaya, maka dakwah akan terlihat lebih humanis dan mampu saling melengkapi satu sama lainnya.

“Sehingga nanti bila agama bersinergi dengan budaya akan terlihat menjadi lebih humanis dan saling melengkapi satu sama lainnya,” pungkasnya.

Acara Dakwah Budaya PWI LS Jawa Barat tersebut diakhiri dengan lantunan lagu berjudul “Perjuangan” yang dibawakan oleh Bang H. Rhoma Irama.

Lagu tersebut menjadi salah satu perwujudan sinergi antara budaya dan agama dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat.

Selanjutnya, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Jafar Shidiq.

Adapun Tim MASDA Jawa Barat yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Abah Anton Charliyan, Bunda RR Okky Yudanegara, Bunda Anita Fitria, M.H., serta Kang H. Endang Krisman B.

Prap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *