JEND TNI DUDUNG ABDURAHMAN DIDAULAT SEBAGAI PUUN AGEUNG BAPA GEDE PANGLIMA UTAMA MAJELIS TRITANGTU SUNDA SABUANA OLEH PARA INOHONG DAN SESEPUH SUNDA DI ACARA MASDA JABAR 2026

Metrojabaronline.com // Jabar, – Majelis Adat Sunda Jabar bekerja sama dengan Yayasan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana menggelar acara Penganugerahan Sunda Sabuana Awards pada hari Minggu, tanggal 18 Oktober 2026, di Gedung Pusat Kebudayaan Jabar, dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Tahun 2026.

Hadir dalam acara tersebut: Menkopolkam Jend TNI Purn Prof Dr Dudung Abdurahman, Letjen TNI Purn Arif Rahman, Laksamana TNI Purn Dr Ade Supandi Mantan KASAL, Prof Ahmad Cahya Ka Staf KSP, Rektor Univ Indonesia Prof Dr Hery, Mayjen TNI Purn Dedi Solihin, Mayjen TNI Tatang Subarna dari Lemhanas, Kepala Badan Konsumen RI Prof Dr Mufti, Ketua DPRD Jabar Dr Buky, Wagub Jabar Erwan Setiawan, Kasdam 3 Siliwangi Brigjen TNI Agus, Brigjen Pol Purn Erwin Ch KSP, Dirbinmas Polda Jabar, Ceu Popong, Kang Syam Bimbo, Radya Agung Sumedanglarang R Ikik, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman Cirebon, serta komunitas paguyuban Sunda yang dihadiri langsung para ketua umumnya, seperti: Pajajaran Pusat Uyut Saniwijaya, Pastapa Ambu Sonya, Kabuyutan Gegerkalong Abah Dr Yusuf Bachtiar, Kujang Pusaka Abah Aditya Alamsyah, Manggala Garuda Putih Jony Hidayat, PSSP Ahmad Drajat, LSM Harimau Tonny S, Setya Kita Pancasila Bung Andreas Sumual, Laskar Siliwangi H Sammy Yusuf, Ormas BBC Mugi Sujana, Projo Jabar Ir Joni Suherman, TB Donira, dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut, Jend Dudung didaulat sebagai Puun Ageung, Bapa Gede, Panglima Utama Majelis Tritangtu Sunda Sabuana dan Laks Dr Ade Supandi sebagai Pandhita Resi utamanya, oleh para inohong dan sesepuh Tatar Sunda serta seluruh perwakilan masyarakat Sunda, baik yang ada di Nusantara maupun di mancanegara.

Setelah acara tersebut, sesuai dengan jadwalnya, dilakukan pengukuhan Dewan Adat Sunda se-Nusantara, antara lain dari wilayah kabupaten dan kota Jabar sendiri, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi, Kalimantan, Sulteng, Sulsel, Kalteng, Lampung, Yogyakarta, dan mancanegara, yakni antara lain hadir dari Kandaga Eropa, Amerika, Australia, Swiss, dan Belgia.

Dalam sambutan sebagai Ketua Umum, Irjen Pol Purn Anton Charliyan, yang saat ini sering dipanggil sebagai Abah Anton, menyampaikan sebagai berikut:

Budaya Nasional itu merupakan Puncak Budaya Daerah. Untuk itu, budaya Sunda sebagai budaya daerah di Indonesia harus mampu maju maksimal agar jadi budaya unggulan nasional dan menjadi penyangga NKRI.

Kemudian, etnis Sunda sebagai salah satu etnis terbesar di Indonesia agar bisa lebih ngahiji, sajajar, saiket sabeungkeutan, guyub sauyunan, sabobot sapihaneun (bersatu, sejajar, satu ikatan kompak dan militan), harus berani menunjuk ada pupuhunya dulu sebagai panglimanya yang disepakati bersama, ibarat benang baru akan lurus jika ada jarum yang bisa membawanya lurus. Demikian Abah Anton menyampaikan.

Kemudian, dalam acara tersebut, Jend Dudung pun mengatakan dalam sambutannya bahwa agar masyarakat Sunda saat ini lebih kuat rasa persaudaraannya, seyogianya harus bisa menghargai putra-putri terbaik Sunda yang sudah berhasil. Jangan dibiarkan, apalagi dicuekin, sebagaimana yang terjadi saat ini. Serta harus lebih percaya diri, berani tampil ke depan, jangan senantiasa mengalah, apalagi jangan sampai keok memeh dipacok (merasa kalah sebelum berjuang).

Adapun Laksamana Ade mengatakan agar budaya Sunda bisa menjadi satu ekosistem yang utuh. Kemudian, menanggapi kepemimpinan putra-putri Sunda di Indonesia selama ini, sudah banyak pemimpin dari putra Sunda yang berhasil naik di tampuk pimpinan nasional dengan senjata andalannya mengutamakan sinergi dan harmoni antarlembaga dan pimpinan instansinya.

Wagub Jabar menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan Majelis Adat Sunda Jabar yang bekerja sama dengan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana. Berharap ke depan melalui momen Hari Kebudayaan ini, setiap gerak langkah kegiatannya bisa menjadi wadah sarana untuk bisa terus membangun dan melestarikan budaya Sunda menjadi lebih maksimal.

Bunda RR OKKI J Judanagara sebagai Ketua Panitia menyampaikan bahwa orang Sunda harus benar-benar memelihara adat tradisinya. Jangan sampai tergerus oleh budaya asing, ulah dugi jati kasilih ku junti (budaya sendiri tersingkir budaya asing).

Acara berlangsung tertib dan lancar, diakhiri doa bersama dan ramah tamah, di mana dalam acara kaul sebagai Panglima Utama Ki Sunda, Kang Jendral Dudung berhasil menghipnotis para undangan dengan suara emasnya membawakan dua buah lagu pop Sunda: Mawar Bodas dan Ulah Ceurik.

Prap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *