
Metrojabaronline.com // Depok, Februari 2026 – Genap satu tahun sudah pasangan Wali Kota Supian Suri (SS) dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah menakhodai Kota Depok sejak dilantik pada Februari 2025. Membawa visi besar “Depok Maju”, tahun pertama pemerintahan mereka ditandai dengan langkah-langkah akselerasi kebijakan yang berfokus pada pembangunan berbasis komunitas dan perbaikan infrastruktur krusial.
1. Realisasi Janji Politik: Dana RW Rp300 Juta
Salah satu terobosan yang paling disorot adalah realisasi alokasi dana pembangunan sebesar Rp300 juta per RW. Kebijakan ini merupakan upaya konkret untuk mengalihkan pusat pembangunan langsung ke tingkat akar rumput.
Pemerataan Pembangunan: Dana ini digunakan untuk perbaikan drainase lingkungan, pengadaan CCTV keamanan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Transparansi: Pemerintah kota menerapkan sistem pelaporan digital agar masyarakat dapat memantau penggunaan dana di lingkungan masing-masing, meminimalisir risiko penyalahgunaan.

2. Transformasi Infrastruktur & Tata Kota
Mengatasi masalah klasik Kota Depok—kemacetan dan banjir—menjadi prioritas utama dalam dua belas bulan pertama.
Penanganan Banjir: Normalisasi sejumlah setu dan perbaikan sistem drainase di titik-titik rawan banjir seperti Jalan Margonda dan kawasan Sawangan mulai menunjukkan hasil dengan berkurangnya durasi genangan air saat hujan lebat.
Solusi Kemacetan: Penataan ulang manajemen lalu lintas dan sinkronisasi lampu lalu lintas pintar (ITS) di persimpangan utama dilakukan sebagai langkah jangka pendek sembari menyiapkan rencana perluasan akses jalan.
Drainase di titik-titik rawan banjir seperti Jalan Margonda dan kawasan Sawangan mulai menunjukkan hasil dengan berkurangnya durasi genangan air saat hujan lebat.
Solusi Kemacetan: Penataan ulang manajemen lalu lintas dan sinkronisasi lampu lalu lintas pintar (ITS) di persimpangan utama dilakukan sebagai langkah jangka pendek sembari menyiapkan rencana perluasan akses jalan.
3. Peningkatan Layanan Publik
Pasangan Supian-Chandra melakukan perombakan pada sistem birokrasi untuk memastikan layanan publik lebih cepat dan responsif.
Digitalisasi Layanan: Integrasi berbagai aplikasi layanan warga ke dalam satu platform yang lebih stabil untuk mempermudah pengurusan dokumen kependudukan dan perizinan.
Kesehatan: Peningkatan fasilitas di RSUD dan puskesmas pembantu guna memperpendek antrean pasien dan memastikan ketersediaan obat-obatan.

4. Analisis & Tantangan: Kepuasan Publik
Meskipun berbagai program pembangunan telah berjalan, perjalanan tahun pertama ini bukan tanpa tantangan.
Adaptasi Kebijakan: Di awal masa jabatan, pasangan ini menghadapi tantangan terkait tingkat kepuasan publik yang fluktuatif. Hal ini dipicu oleh masa transisi dari kebijakan pemerintahan sebelumnya serta ekspektasi warga yang sangat tinggi.
Komunikasi Politik: Pengamat kebijakan publik mencatat perlunya komunikasi yang lebih intens antara pemerintah kota dan warga untuk menjelaskan manfaat jangka panjang dari proyek infrastruktur yang sedang berlangsung, yang seringkali menyebabkan gangguan sementara (seperti kemacetan akibat pembangunan).
Kesimpulan: Fondasi Menuju “Depok Maju”
Tahun pertama Supian Suri dan Chandra Rahmansyah dapat dinilai sebagai “Tahun Fondasi”. Dengan berjalannya Dana RW Rp300 juta dan dimulainya perbaikan infrastruktur skala besar, arah pembangunan menuju Depok yang lebih modern mulai terlihat. Keberhasilan di empat tahun berikutnya akan sangat bergantung pada konsistensi eksekusi di lapangan dan kemampuan menjaga kepercayaan publik.
Program-program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai masalah perkotaan yang dialami Depok, serta untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan warga Depok. ( DS ).