Media Berita Online
Indeks

Menjaga Tradisi dan Melestarikan Budaya Betawi Menyambut Bulan Suci Ramadhan, MANTAB mengadakan Nyekar, Munggah, Nyorog dan Andilan

Metrojabaronline.com // Jakarta – Dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya Betawi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Masyarakat Adat dan Tradisi Betawi (MANTAB) menggelar sejumlah rangkaian kegiatan tradisi, Senin  (16/02/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah kubur atau nyekar ke makam almarhum Babe Haji Benyamin Sueb di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ziarah tersebut diisi dengan doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan sekaligus menyambut datangnya bulan penuh berkah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua MANTAB yang juga putra almarhum, Bang H. Biem Triani Benjamin, BSc., MM, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Erick PZ Lumbun, Camat Tanah Abang Dwiarti Indriani Utami, Lurah Karet Tengsin M. Hari Ananda, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Pusat Mila Ananda, Tokoh Masyarakat Tanah Abang H. Dedi F. Syukur, serta keluarga besar Benyamin Sueb Fans Club (BSFC).

Usai ziarah, kegiatan dilanjutkan siang harinya dengan acara munggahan di Benz Zone, Sekretariat MANTAB, Jalan Raya Jagakarsa No. 39, Jakarta Selatan. Acara diisi dengan pembacaan Surah Yasin, doa bersama, serta arwahan sebagai bagian dari tradisi ruwahan masyarakat Betawi menjelang Ramadhan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Babeh Idin, Ketua Pejabat Ustad Eka Jaya, Ustad Ais, Ustadz Laut, serta Ketua RW 02 Lenteng Agung Kolonel H. Irfan.
Bang Biem selaku Ketua MANTAB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelestarian adat dan tradisi Betawi menjelang Ramadhan.

“Tadi pagi kita mengadakan acara munggah atau nyekar ke makam orang tua di TPU Karet Bivak, sekaligus doa bersama. Ini bagian dari rangkaian kegiatan MANTAB. Nanti juga ada tradisi nyorog, menghantarkan bawaan kepada orang tua, serta andilan sebagai wujud kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” ujar Bang Biem.
Ia menegaskan bahwa tradisi seperti ziarah, munggahan, ruwahan, nyorog, dan andilan merupakan warisan budaya Betawi yang harus terus dijaga dan dilestarikan, terutama oleh generasi muda, agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, MANTAB berharap semangat kebersamaan, kekeluargaan, serta nilai-nilai religius masyarakat Betawi semakin kuat dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.

Yus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *