Media Berita Online
Indeks

Upacara Pembukaan Adat Ngalaksa Perdana di Geotheater Rancakalong : Harmoni Budaya,Sebagai ekosistem Budaya Kasumedangan Rancakalong kembali menegaskan diri sebagai salah satu pusat denyut budaya di Kabupaten Sumedang

Pewarta : Ghalih Chahyadi / Editor : PNS

Metrojabaronline.com // Sumedang,- Untuk pertama kalinya, pembukaan adat Ngalaksa digelar di Geotheater Rancakalong, menghadirkan nuansa sakral sekaligus megah yang memikat perhatian berbagai kalangan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, bersama jajaran pemerintah daerah Forkopimpida, serta unsur kecamatan, Rancakalong tokoh adat, serta masyarakat yang turut menyatu dalam semangat kebudayaan.

Dipimpin oleh Camat Rancakalong Deni Nurdani Supandi, beserta seluruh elemen yang ada, acara pembukaan berlangsung khidmat namun sarat makna.

Kehadiran berbagai pihak ini menjadi simbol kuat bahwa pelestarian adat bukan hanya tanggung jawab komunitas tertentu, melainkan gerakan bersama yang hidup dalam ekosistem budaya Kasumedangan.
Dalam sambutannya, Camat Rancakalong menegaskan pentingnya nilai gotong royong sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan adat. Ia mengangkat filosofi silih asah, silih asih, silih asuh sebagai roh kebersamaan masyarakat.

“Ngariung dina budaya lain ukur seremoni, tapi mangrupa wujud nyata kumaha urang ngarumat, ngajaga, jeung neraskeun warisan karuhun,” ujarnya.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, menjadi kekuatan sosial yang menjaga identitas budaya tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menekankan bahwa Ngalaksa bukan sekadar tradisi, melainkan representasi rasa syukur masyarakat agraris atas hasil bumi yang melimpah. Ia juga menyoroti pentingnya menjadikan kegiatan budaya sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan.

“Ngalaksa adalah kekayaan budaya yang tidak hanya harus dijaga, tetapi juga dikembangkan agar memberi manfaat bagi masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi,” ungkapnya.

Semarak pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian prosesi adat Ngalaksa yang akan dilaksanakan di desa wisata yang berlokasi di Desa Rancakalong. Selama enam hari ke depan, berbagai ritual adat, pertunjukan seni, hingga kegiatan masyarakat akan digelar, menghadirkan pengalaman budaya yang autentik dan penuh makna.

Dengan terselenggaranya pembukaan Ngalaksa di Geotheater Rancakalong, ekosistem budaya Kasumedangan kian menunjukkan vitalitasnya. Tradisi tidak hanya dijaga sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dihidupkan sebagai inspirasi masa kini dan masa depan.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *