Metrojabaronline.com // Depok, – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang kecil di sekitar Jalan Raya Bogor KM 36-37, Kelurahan Jatijajar, Kota Depok, di landa kecemasan. Menyikapi hal tersebut, Ketua Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia (PPKLI) Kota Depok, Maryono, melangsungkan audiensi mendesak di Kantor DPRD Kota Depok, Rabu (10/6/2026).
Kedatangan Maryono pukul 10.00 WIB ini bertujuan menemui Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, untuk meluruskan isu simpang siur terkait operasi Satpol PP yang belakangan meresahkan para pedagang.
Di hadapan Ade Supriatna Ketua DPRD sebagai Wakil Rakyat, Maryono menegaskan bahwa pedagang kecil adalah tulang punggung ekonomi yang butuh kepastian, bukan ketakutan.
“Kami hadir di sini membawa suara kegelisahan rakyat kecil. Belakangan ini pedagang di Jalan Raya Bogor resah lantaran mendengar isu ‘kabar burung’ soal kedatangan Oknum Satpol PP. yang meminta pendataan Kepada Ketua PPKLI.
untuk itu. Kami meminta Ketua DPRD memberikan atensi penuh. dapat ditindak lanjuti permintaan kami, Jangan sampai ada tindakan represif tanpa sosialisasi yang matang dan dialog yang solutif,” tegas Maryono di gedung DPRD, Rabu (10/6).
Menurut Maryono, penataan ruang adalah hal yang wajar, namun pemerintah wajib mengedepankan asas musyawarah agar tidak menimbulkan dampak psikologis dan kerugian bagi pedagang.
Sementara itu, Bu Sinaga, perwakilan pedagang menyampaikan kepada Ketua PPKLI Maryono
,bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang sangat sulit. Ia memohon kebijaksanaan pemerintah agar tidak memaksa pedagang angkat kaki secara mendadak.
“Kami sebagai pedagang kecil tidak menolak pembangunan atau penataan lahan. Namun, kami memohon agar pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Jangan sampai lahan kami digusur tanpa pemberitahuan yang jelas, karena kami butuh waktu untuk mencari solusi dan beradaptasi,” ujar Bu Sinaga yang turut hadir di sekretariat PPKLI Kota Depok.
Hingga berita ini diturunkan, dialog intensif antara delegasi PPKLI Depok dan pimpinan DPRD Kota Depok masih berlangsung hangat. Para pedagang berharap audiensi ini melahirkan komitmen nyata dari pemerintah daerah untuk menjamin masa depan pedagang kecil di Jatijajar agar tidak terus hidup dalam ketidakpastian.
(Dens MJ)











