Bupati Sumedang Lantik Jajaran DKS Periode 2025-2030

Pewarta : Ghalih Chahyadi / Editor : PNS

Metrojabaronline.com // Sumedang,- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melantik jajaran Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) masa bakti 2025-2030, di Gedung Negara, Minggu (26/7/2026). Kepengurusan baru dipimpin oleh Muhamad Andi Lesmana.

Dikatakan Bupati pelantikan bukanlah sekedar seremoni adat, tetapi merupakan simbol pengukuhan kepemimpinan yang mengandung legitimasi moral, amanah, budaya, sekaligus tanggung jawab spiritual.

“Artinya DKS harus bisa menjaga ruh kebudayaan Sumedang agar tetap hidup sepanjang zaman. Karena sesungguhnya, seorang pemimpin budaya bukan hanya memimpin organisasi, melainkan menjadi penjaga nilai, penyambung sejarah, dan penuntun arah peradaban,” ucapnya.

Menurut Bupati, bagi Kabupaten Sumedang, kebudayaan bukan sekedar pelengkap pembangunan. Tetapi kebudayaan adalah identitas, jati diri, sekaligus fondasi peradaban yang membentuk karakter masyarakat.

“Oleh karena itu salah satu cita-cita besar yang terus kita ikhtiarkan adalah mewujudkan Sumedang sebagai puseur budaya sunda,” ujarnya.

Bupati menyebutkan Sumedang memiliki modal sejarah dan budaya yang sangat kuat. Dari kerajaan Sumedang Larang, nilai-nilai insun medal insun madangan, kekayaan bahasa, seni, adat istiadat, hingga warisan budaya tak benda yang masih hidup ditengah-tengah masyarakat.

“Semua itu adalah kekuatan yang harus dirawat, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi penerus. Budaya bukan sekedar warisan masa lalu, budaya adalah modal sosial yang membentuk karakter masyarakat, memperkuat persatuan, serta menjadi sumber inspirasi bagi inovasi dan kemajuan daerah,” tuturnya.

Bupati berharap DKS mampu menjadi rumah besar seluruh pelaku budaya. Menginventarisasi seluruh objek kemajuan kebudayaan, memperkuat perlindungan cagar budaya, membina para seniman, budayawan, dan sanggar seni, menghidupkan ruang-ruang publik sebagai panggung ekspresi budaya, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai daya tarik pariwisata daerah.

“Mari kita jadikan DKS sebagai ruang kolaborasi, bukan sekedar organisasi. Karena budaya akan semakin kuat apabila dikerjakan bersama-sama. Saya yakin apabila budaya tumbuh maka ekonomi masyarakat pun akan ikut bergerak,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengukuhkan Paguyuban Budaya Kematan Se-Kabupaten Sumedang, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2026.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *