Metrojabaronline.com // Bogor, 17 September 2026 — Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 resmi dimulai melalui groundbreaking di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan Indonesia yang lebih bersih dan asri.
Acara peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 dihadiri sejumlah pejabat dan unsur pemerintahan daerah.
Hadir di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, serta sejumlah anggota DPRD.
Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda dan aparat keamanan, di antaranya Kapolres, Kodim, Polsek, Koramil, camat, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat.
PSEL Bogor Raya 1 dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari.
Sampah yang diolah nantinya akan dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun dan diperkirakan dapat menciptakan hingga 1.200 lapangan kerja.
Fasilitas ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan sampah di kawasan Bogor Raya yang mencakup Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Pengembangannya dilakukan melalui Danantara Indonesia bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara dan badan usaha pengembang serta pengelola Nusantara Bogor New Energy.
Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari solusi dalam penanganan persoalan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi sumber energi.
Dengan dimulainya pembangunan PSEL di Galuga, pengelolaan sampah di kawasan Bogor Raya memasuki tahap baru yang mengedepankan teknologi, pemanfaatan energi, dan keberlanjutan lingkungan menuju Indonesia yang lebih bersih dan asri.
Norman Mihardja