Dua ASN DKI Paparkan Karya Ilmiah di Konferensi Tingkat Dunia

Metrojabaronline.com // Jakarta,- Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSKD Duren Sawit,Verry Adrian dan Ketua Kelompok Pangan dan Ekonomi Daerah Biro Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Abdul Ghofar Alhakim, jadi wakil Indonesia dalam mempresentasikan karya tulis ilmiah di District Health Information Software (DHIS) 2 Annual Conference 2026, Oslo, Norwegia, 15-18 Juni 2026

Dalam konferensi yang dihadiri 27 representasi kementerian kesehatan dunia, seperti Amerika Serikat, Norwegia, Inggris dan Swiss ini, ASN Pemprov DKI mempresentasikan karya Ilmiah berjudul “Integrating Air Quality and Acute Respiratory Infection Data into DHIS2 for Urban Resilience and Respiratory Health Monitoring in Jakarta, Indonesia”.

Dalam paparannya, Verry Adrian menyoroti tantangan nyata perkotaan terkait korelasi antara perubahan iklim, kualitas udara, dan dampaknya terhadap tren masalah kesehatan khsususnya infeksi saluran pernapasan di ibu kota.

Selain dari aspek medis, delegasi Pemprov DKI Jakarta membedah bagaimana tantangan kesehatan lingkungan ini memberikan efek domino pada ketahanan ekonomi kota.

Hal ini mencakup risiko penurunan daya tarik iklim investasi, gangguan pada aktivitas komersial, hingga potensi terhambatnya optimalisasi sumber daya manusia sebagai motor penggerak ekonomi.

“Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen memperkuat rumusan kebijakan berbasis data lintas sektor untuk merancang tata ruang, rekayasa penyehatan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi yang berwawasan lingkungan,” papar Verry Adrian, seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Minggu (28/6).

Ia menuturkan, partisipasi aktif Jakarta dalam forum internasional ini menjadi kesempatan berharga untuk membagikan praktik baik (best practice) integrasi data kesehatan masyarakat perkotaan kepada dunia, sekaligus menyerap berbagai pembelajaran inovatif dari negara lain.

“Melalui pertukaran wawasan global ini, Pemprov DKI Jakarta dapat mengadopsi perkembangan teknologi analitik terkini demi memperkuat sistem ketahanan kesehatan yang lebih tangguh di tingkat lokal,” ungkapnya.

Sementara Abdul Ghofar Alhakim menjelaskan, tujuan proaktif Pemprov DKI Jakarta di konferensi glpbal ini antaranya melihat stabilitas kesehatan lingkungan berbanding lurus dengan ketahanan ekonomi suatu kota. Dia menegaskan, perlindungan terhadap kesehatan warga merupakan elemen penting untuk menjaga produktivitas sumber daya manusia.

“Di saat kesehatan masyarakat terjamin, roda perekonomian dan aktivitas komersial akan berjalan optimal. Hal ini sangat esensial untuk mempertahankan daya saing serta daya tarik investasi Jakarta dalam mewujudkan visi menuju Top 20 Global City,” jelasnya.

Kehadiran Pemprov DKI di ajang tingkat tinggi ini, memproyeksikan beberapa hasil dan manfaat positif yang signifikan di antaranya terbangunnya diplomasi kota dan jejaring kemitraan strategis dengan entitas globa

Kedua, membangun ruang kolaborasi besar dengan institusi global top dan NGO seperti WHO, UNICEF, Africa CDC, MSF, dan PATH.

Ketiga, terbukanya akses terhadap potensi dukungan teknis dan pendanaan program inovasi daerah melalui dialog lintas sektoral bersama yayasan filantropi terkemuka dunia.

Dan peningkatan Kapasitas SDM melalui transfer pengetahuan dan pembelajaran langsung (benchmark) sepurar pemanfaatan teknologi analitik data terbaru dan Artificial Intelligence dari inovator sistem kesehatan negara-negara lain, yang akan memperkuat arah kebijakan tata kota berbasis lingkungan di Jakarta.

Seluruh langkah strategis di kancah internasional ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan kota global yang tangguh dan berkelanjutan. Karen, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak pernah berhenti bekerja untuk kota dan warganya.

#beritajakarta
#RSKDDurenSawit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *