Metrojabaronline.com // Jakarta, – Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Kaum Betawi Indonesia (DPP FORKOKABI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta Anggota MPT, dan Penasihat, termasuk Ketua MPT FORKOKABI Mayjen TNI (Purn) H. Nachrowi Ramli, S.E.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP FORKOKABI, H. Mohammad Ihsan, S.H., M.H., menegaskan bahwa salah satu agenda utama pelaksanaan Munaslub ini adalah penyesuaian diksi singkatan penulisan organisasi.
“Fokus utama Munaslub hari ini adalah merubah diksi penyebutan singkatan dari FORKAKABI menjadi FORKOKABI. Hal ini dilakukan agar penjelasannya lebih tegas dan tidak menimbulkan kekeliruan dengan kelompok lain,” ujar Mohammad Ihsan di hadapan para peserta.
Meski terdapat penyesuaian pada diksi penulisan singkatan, nama resmi organisasi tetap tidak berubah, yakni Forum Komunikasi Kaum Betawi Indonesia. Penyesuaian ini harus diputuskan melalui forum Munaslub karena AD/ART dan Akta Pendirian organisasi mensyaratkan bahwa perubahan aturan dasar hanya sah jika disepakati dalam permusyawaratan tingkat tertinggi.
Selain perubahan diksi singkatan, Munaslub ini juga menyepakati pembenahan aturan internal mengenai struktur dan kewenangan organisasi. Penyesuaian dilakukan untuk memperluas jangkauan koordinasi kepengurusan hingga dua tingkat di bawahnya (misalnya DPP ke DPD dan DPC, serta DPD ke DPC dan DPRT). Langkah ini diambil guna mengatasi hambatan komunikasi di tingkat basis apabila terdapat tingkat kepengurusan di antaranya yang pasif.
Melalui pelaksanaan Munaslub ini, FORKOKABI berkomitmen untuk terus memperkuat konsolidasi internal, mempererat soliditas antar anggota, serta melangkah menuju organisasi Betawi yang semakin bermartabat, modern, dan maju.
Yus