Pewarta : Ghalih Chahyadi / Editor : PNS
Metrojabaronline.com // Rancakalong, Sumedang, – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Nagarawangi Tahun 2026 mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan tahapan pemilihan kepala desa, salah satunya melalui kegiatan kampanye dialogis yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di Aula Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan kampanye dialogis tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Pilkades, sebagai sarana bagi para calon kepala desa untuk menyampaikan visi, misi, program kerja, serta gagasan pembangunan yang akan ditawarkan kepada masyarakat apabila terpilih memimpin Desa Nagarawangi.
Dalam Pilkades Nagarawangi Tahun 2026, terdapat lima calon kepala desa yang akan berkompetisi memperebutkan kepercayaan masyarakat. Berdasarkan nomor urut, kelima calon tersebut adalah:
Luqi Lusiano – Nomor Urut 1,Mimin Karmini – Nomor Urut 2,Maman Casman – Nomor Urut 3,
Didin Suganda – Nomor Urut 4 dan Siti Mulyati – Nomor Urut 5.
Kelima calon tersebut diharapkan dapat memanfaatkan momentum kampanye dialogis untuk memperkenalkan gagasan, program prioritas, serta komitmen masing-masing dalam membangun Desa Nagarawangi ke arah yang lebih baik.
Ketua Panitia Pilkades Nagarawangi, Dian Nugraha, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan seluruh tahapan pemilihan kepala desa. Menurutnya, kampanye dialogis merupakan kesempatan bagi warga untuk mengenal lebih dekat para calon, memahami program yang ditawarkan, serta mempertimbangkan pilihan berdasarkan visi, misi, dan komitmen masing-masing calon terhadap kemajuan desa.
Partisipasi masyarakat, lanjutnya, tidak hanya diwujudkan dengan menggunakan hak pilih pada hari pemungutan suara, tetapi juga melalui keterlibatan dalam mengikuti setiap tahapan Pilkades, termasuk menyimak penyampaian gagasan dan program para calon kepala desa.
Melalui forum dialogis tersebut, masyarakat diharapkan dapat menilai karakter kepemimpinan, kemampuan, serta komitmen masing-masing calon dalam menjalankan pemerintahan desa.
Dengan demikian, warga memiliki kesempatan untuk menentukan pilihan secara objektif berdasarkan gagasan, rekam jejak, dan program yang disampaikan oleh masing-masing calon.
Kampanye dialogis juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami arah pembangunan Desa Nagarawangi ke depan, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, pengembangan potensi lokal, hingga peningkatan kesejahteraan warga.
Pelaksanaan kampanye dialogis diharapkan dapat menciptakan suasana demokrasi yang sehat, terbuka, dan kondusif. Seluruh pihak diharapkan mampu menjaga persatuan, menghormati perbedaan pilihan, serta mengedepankan sikap saling menghargai selama proses pemilihan berlangsung.
Perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan bagian dari dinamika demokrasi di tingkat desa. Namun, semangat kebersamaan harus tetap menjadi landasan utama agar pesta demokrasi tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Dian Nugraha bersama jajaran panitia diharapkan dapat terus mengawal pelaksanaan setiap tahapan pemilihan agar berjalan tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat pun diharapkan memberikan dukungan dengan menjaga suasana tetap aman, damai, dan kondusif.
Warga juga diajak memanfaatkan momentum kampanye dialogis untuk menyimak setiap gagasan yang disampaikan oleh kelima calon kepala desa. Dengan demikian, keputusan dalam menentukan pemimpin desa benar-benar didasarkan pada pertimbangan yang matang, bukan semata-mata karena kedekatan pribadi maupun pengaruh lainnya.
Menentukan Masa Depan Desa Nagarawangi
Pilkades bukan sekadar proses memilih seorang pemimpin, melainkan momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah masa depan desa. Pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, mengoptimalkan potensi desa, serta menjalankan pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab.
Kampanye dialogis menjadi bagian penting dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang memadai sebelum menentukan pilihan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Nagarawangi diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif, menjaga suasana tetap aman dan damai, serta menjadikan kepentingan bersama sebagai prioritas utama.
Pada akhirnya, keberhasilan Pilkades tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi kepala desa, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan melanjutkan pembangunan desa setelah proses pemilihan selesai.
Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang cerdas dalam memilih, bijak dalam menentukan sikap, serta tetap menjaga persaudaraan meskipun berbeda pilihan.**