Metrojabaronline.com // Bogor, 15 September 2020 – Menghadapi kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, menggelar salat istisqa di halaman Kantor Kecamatan Cibungbulang, Selasa (15/9/2020).
Salat istisqa tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Pasalnya, kondisi kekeringan telah berlangsung hampir empat bulan dan mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah desa.
Halaman Kantor Kecamatan Cibungbulang tampak dipenuhi jamaah yang terdiri dari unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh ulama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Cibungbulang. Seluruh jamaah mengikuti pelaksanaan salat istisqa dengan penuh khidmat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cibungbulang, Ketua MUI Kecamatan Cibungbulang, Danramil, Kapolsek, serta sejumlah tokoh ulama dan masyarakat.
Camat Cibungbulang mengatakan, kondisi kekeringan saat ini sudah mulai dirasakan di sejumlah desa. Meskipun terdapat beberapa desa yang kondisi ketersediaan airnya masih relatif stabil karena sesekali turun hujan, sekitar delapan desa mengalami kesulitan air, terutama untuk kebutuhan air bersih.
“Di beberapa desa sudah mulai darurat air, terutama air bersih. Ada sekitar delapan desa yang mengalami kesulitan air meskipun sesekali masih turun hujan,” ungkap Camat Cibungbulang saat ditemui awak media.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih untuk segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor agar dapat memperoleh bantuan distribusi air bersih.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Cibungbulang menyampaikan bahwa pelaksanaan salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama dengan memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kekeringan yang terjadi.
“Kita memohon kepada Allah SWT agar sesegera mungkin diturunkan hujan dengan melaksanakan salat istisqa secara berjamaah,” ujarnya kepada wartawan.
Salat istisqa tersebut dilaksanakan mulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai. Bertindak sebagai imam Ustaz Firdaus, bilal Ustaz Ade, sedangkan khatib diisi oleh KH Asep Ubaidillah.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kecamatan bersama masyarakat berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air, khususnya air bersih, dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat di sejumlah desa yang terdampak kekeringan dapat terpenuhi.
Norman Mihardja