Dua Putra Terbaik Gunung Sari Siap Bertarung, Nomor Urut Pilkati Resmi Diundi

Metrojabaronline.com // Tulang Bawang Barat, – Panitia Pemilihan Calon Kepala Tiyuh Gunung sari menggelar pengundian nomor urut sekaligus penandatanganan pakta integritas bagi para calon kepala tiyuh. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Tiyuh Gunung sari, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) Gunung sari. Pengundian nomor urut diikuti oleh Dua calon yang akan berkompetisi memperebutkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Tiyuh Gunung sari.

Ketua Panitia Pemilihan, Raswan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung tahapan pemilihan sejak proses penjaringan hingga pelaksanaan pengundian nomor urut.

“Saya selaku Ketua Panitia mewakili seluruh rekan-rekan panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi aktif dan dukungan semua pihak. Sejak awal tahapan penjaringan, penyaringan hingga hari ini, alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, aman dan tertib,” ujar Raswan.

Ia menegaskan, panitia berkomitmen menjaga netralitas, transparansi dan integritas selama seluruh rangkaian proses Pilkati berlangsung.

“Kami dari panitia berkomitmen penuh untuk terus menjaga netralitas, transparansi dan integritas. Kami berdiri di tengah dan tidak memihak kepada salah satu calon. Tugas kami adalah memfasilitasi jalannya pesta demokrasi di Tiyuh Raswan agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar merupakan pilihan rakyat,” tegasnya.

Raswan juga mengingatkan kepada para calon agar tidak menjadikan nomor urut sebagai tolok ukur utama dalam kompetisi. Menurutnya, nomor urut hanyalah simbol atau tanda pengenal dalam surat suara, sementara masyarakat akan menilai calon berdasarkan visi, misi, rekam jejak dan program kerja yang ditawarkan.

“Saya ucapkan selamat, Anda semua adalah putra-putri terbaik Tiyuh Gunung sari. Sebentar lagi kita akan menyaksikan pengundian nomor urut. Nomor berapa pun yang didapatkan nantinya, pada hakikatnya hanyalah sebuah simbol atau tanda pengenal dalam surat suara,” katanya.

“Yang paling utama dan akan dinilai oleh masyarakat adalah visi, misi, rekam jejak dan program kerja yang Bapak/Ibu tawarkan untuk kemajuan Tiyuh Gunung sari,” lanjutnya.

Selain kepada para calon, pesan persatuan juga disampaikan kepada tim sukses, simpatisan dan seluruh masyarakat. Raswan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Pilkati sebagai momentum demokrasi yang sehat tanpa mengorbankan persaudaraan.

“Mari kita jadikan Pilkati ini sebagai pesta demokrasi yang menggembirakan, bukan ajang untuk memecah belah persaudaraan. Mari kita jaga lisan, jaga tindakan dan berkompetisi secara sehat,” pesannya.

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, persatuan dan kerukunan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

“Berbeda pilihan itu biasa, tetapi persaudaraan dan kerukunan warga Tiyuh Gunung sari adalah yang utama dan selamanya. Siapa pun yang nanti terpilih, itulah pemimpin kita bersama,” pungkas.

STR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *