Media Berita Online
Indeks

HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta, Gandeng 50 Lembaga Bedah 22 Rumah Warga

Metrojabaronline.com // Ngampilan – Yogyakarta, – Memperingati Hari Jadi ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemkot Yogyakarta menggandeng sekitar 50 lembaga, perguruan tinggi, perusahaan, dan komunitas untuk bergotong royong memperbaiki rumah tidak layak huni milik warga. Dari gerakan yang baru berjalan sekitar satu pekan tersebut, telah terkumpul dukungan untuk membedah 22 rumah warga.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan program bedah rumah menjadi salah satu bentuk peringatan hari jadi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, peringatan hari besar sebaiknya diwujudkan melalui aksi gotong royong yang meninggalkan hasil konkret bagi warga.

“Kami mengimbau masyarakat dan para pengusaha untuk bersama-sama bergotong royong. Baru seminggu berjalan, sudah terkumpul bantuan untuk 22 rumah. Ini luar biasa,” ujar Hasto pada Minggu (7/62026).

Hasto menjelaskan, selain 22 rumah yang berasal dari dukungan berbagai lembaga, Pemkot Yogyakarta sebelumnya telah menyelesaikan bedah delapan rumah melalui gerakan gotong royong masyarakat. Dengan demikian, selama satu bulan terakhir total 30 rumah berhasil diperbaiki tanpa menggunakan anggaran APBD maupun APBN.

“Ini betul-betul kegiatan dari warga untuk warga. Pemerintah hanya mengorkestrasi. Kalau peringatan hari jadi hanya berupa pentas dan seremonial, setelah selesai tidak ada hasil yang dirasakan masyarakat. Tetapi melalui gotong royong seperti ini ada manfaat yang langsung dirasakan,” katanya.

Menurut Hasto, program bedah rumah dipilih karena dapat melibatkan masyarakat secara langsung sekaligus memberikan dampak nyata bagi keluarga penerima manfaat. Ia menilai masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan sehingga belum dapat menikmati kehidupan yang layak.

“Masih ada rumah-rumah yang sangat tidak layak huni. Bahkan ada yang kondisinya lebih sehat berada di luar rumah daripada di dalam rumah. Karena itu bedah rumah menjadi salah satu prioritas yang terus kami dorong,” ungkapnya.

Selain bedah rumah, rangkaian peringatan Hari Jadi ke-79 Pemkot Yogyakarta juga diisi berbagai kegiatan gotong royong lain seperti bersih sungai, pengumpulan dan pemilahan sampah. Hasto berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan optimisme masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Hal itu dibuktikan pada rumah milik Sri Ponowati di Kelurahan Ngampilan yang menjadi rumah pertama hasil bedah rumah dengan memanfaatkan material bangunan dari pengolahan sampah. Atap, sebagian dinding, dan sejumlah komponen bangunan menggunakan bahan hasil daur ulang sampah yang telah diolah menjadi material konstruksi.

“Atap rumah ini seluruhnya dari hasil olahan sampah. Tutup botol plastik, plastik kemasan, hingga saset kopi dikumpulkan dan diolah menjadi ecobrick, kemudian dicetak menjadi material bangunan yang bisa digunakan untuk dinding maupun bagian rumah lainnya,” jelas Hasto.

Program tersebut turut mendapat dukungan dari kalangan perguruan tinggi. Salah satunya dari  yang berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial.

Mewakili UGM, Profesor Wiratni menyampaikan apresiasinya kepada Pemkot Yogyakarta yang membuka ruang kolaborasi dalam program bedah rumah tersebut.

“Ini adalah program kepedulian sosial yang sangat baik. UGM berterima kasih karena diberi kesempatan untuk berkontribusi. Khusus rumah yang menjadi tanggung jawab kami, akan menggunakan material hasil daur ulang dari sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi untuk diolah menjadi material bangunan,” ujar Wiratni.

Sementara itu, Sri Ponowati warga Kelurahan Ngampilan yang rumahnya menjadi lokasi bedah rumah perdana berbahan material daur ulang, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Sebelum direnovasi, kondisi rumahnya cukup memprihatinkan dengan atap yang hampir roboh, dinding yang lapuk, serta kusen yang mengalami kerusakan.

“Alhamdulillah terima kasih sudah dibantu, sangat bermanfaat, rumah jadi lebih layak dan nyaman untuk kami sekeluarga,” ujarnya.

Program bedah rumah yang diusung secara bergotong royong tersebut diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas hunian warga sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi material yang bernilai guna.

#warta.jogjakota
#RTLH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *