Media Berita Online
Indeks

Pemkot Pastikan Hewan Kurban Sehat, Langsung Diobati Jika Ada Keluhan

Metrojabaronline.com // Kraton, – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta melakukan pemantauan hewan kurban di pasar tiban guna memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pemantauan dilakukan di beberapa lokasi diantaranya Pusat Pengadaan Hewan Qurban (PPHQ) Siliran Lor dan PPHQ Siliran Kidul yang telah mengantongi izin operasional.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti mengatakan, pemantauan dilakukan bersama tim untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang dijual di pasar tiban.
“Kita bersama tim melaksanakan pemantauan di pasar tiban untuk hewan-hewan yang diperjualbelikan untuk persiapan Hari Raya Idul Adha. Alhamdulillah sekarang semua semakin sadar, memasukkan hewan pasti dipilih yang sehat,” ujarnya.

Ia menyebut hingga saat ini pihaknya telah melakukan sekitar 50 kali pemantauan, dengan 29 diantaranya merupakan pasar tiban. Dari hasil pemantauan tersebut tercatat sebanyak 1.718 ekor hewan telah diperiksa, terdiri dari 127 sapi, 1.432 domba dan 159 kambing.

Menurut Sri Panggarti, baik pedagang maupun pembeli kini sudah memahami ciri-ciri hewan sehat serta persyaratan hewan yang layak dijadikan kurban. Apabila ditemukan hewan sakit saat pemeriksaan, tim dari DPP Kota Yogyakarta juga membawa persediaan obat untuk penanganan awal.

“Kalau ada keluhan atau ditemukan sakit ringan, kita bantu diobati. Kalau penyakitnya harus ditangani lebih serius nanti kita arahkan ke poliklinik. Tetapi alhamdulillah sampai saat ini semuanya sehat,” katanya.
Ia menjelaskan ciri-ciri kambing sehat di antaranya memiliki mata jernih, gerakan lincah, nafsu makan baik, kotoran normal serta area mulut dan hidung bersih tanpa leleran. Selain itu, cermin hidung hewan juga harus dalam kondisi lembab atau basah.

Dari hasil pemantauan, hewan yang dijual di pasar tiban berasal dari berbagai daerah baik dari dalam maupun luar DIY. Mayoritas hewan yang dijual berupa domba.
Sri Panggarti juga mengimbau pedagang pasar tiban untuk mengurus izin berjualan serta memastikan hewan yang dijual memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. “Yang paling sederhana untuk mengetahui hewan sehat atau tidak adalah meminta SKKHH dari daerah asal,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengawas di PPHQ Siliran Kidul, Agus Sumantoro mengaku telah berjualan kambing kurban selama 20 tahun. Pihaknya mulai membuka PPHQ Siliran Kidul Kamis, 14 Mei lalu dan biasanya berlangsung sekitar 12 hingga 14 hari.
“Sudah ada yang laku tiga, tapi sekarang masih agak sepi dibanding tahun lalu. Mungkin karena barengan musim sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan harga kambing yang dijual berkisar Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenisnya. Kambing-kambing tersebut didatangkan dari Muntilan dan sebagian besar menggunakan sistem titip jual. “Kalau tidak laku ya kita kembalikan. Di sini kami cuma merawat dan menjualkan saja,” ujarnya.
Tambahnya, untuk tahun ini pihaknya menyediakan sekitar 60 ekor kambing, lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai hampir 70 ekor. Hingga saat ini sebanyak 16 ekor kambing telah terjual kepada pelanggan dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta.

# SetdaYogyakarta
# Metrojabaronline
#Kraton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *