
Metrojabaronline.com // Jakarta, -Pertemuan para budayawan, sejarawan, dan para pelaku seni Betawi berlangsung di Hotel Grand G7 Kemayoran (6/11/2026), Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Betawi menjelang 500 tahun Kota Jakarta.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Djunaedi, ST, M.Si selaku Ketua Panitia Pelaksana. Pertemuan ini menghadirkan sejumlah tokoh budaya, sejarawan, akademisi, serta pelaku seni Betawi untuk berdiskusi mengenai masa depan kebudayaan Betawi di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Djunaedi, ST., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wadah silaturahmi sekaligus ruang diskusi bagi para budayawan, sejarawan, dan pelaku seni Betawi untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kebudayaan Betawi.
Dalam sambutannya, H. Zainuddin, SE., MH, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, menekankan pentingnya menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya Betawi sebagai identitas serta jati diri masyarakat Jakarta.
Menurutnya, budaya Betawi merupakan kekayaan bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan kebersamaan dan sinergi antara para tokoh Betawi, pemerintah, budayawan, sejarawan, serta seluruh elemen masyarakat.

Acara diawali dengan penampilan seni budaya Betawi, meliputi musik keroncong, silat Betawi, dan tarian Betawi dari sanggar seni Betawi. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Bamus Suku Betawi 1982, pembacaan Kalam Ilahi, serta sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, dan keynote speaker.
TIGA POKOK PEMBAHASAN BUDAYA BETAWI
Dalam sesi pemaparan materi, hadir tiga narasumber yang menyampaikan pandangan dan pemikiran mengenai perkembangan kebudayaan Betawi.

1., Farza Elvinra M.Pd Kepala Sub Kelompok Bidang Pembinaan mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, membawakan materi tentang Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Betawi di Jakarta Menuju 500 Tahun Kota Jakarta.
2. H. Yoyo Mukhtar, Budayawan LKB, menyampaikan materi bertema Maju Mundurnya Para Budayawan dan Seniman Betawi di Jakarta.
3. Dr. Yudhi Soenarto, Dosen Universitas Indonesia, membahas Sejarah Perjalanan dan Perkembangan Kebudayaan di Jakarta Menuju Pemajuan Budaya.
Diskusi dipandu oleh moderator Moh Topik Abdullah, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan para narasumber serta perumusan kesimpulan.

MEMPERKUAT IDENTITAS DAN MARTABAT BUDAYA BETAWI
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat persatuan para budayawan, sejarawan, dan pelaku seni Betawi untuk menjaga eksistensi budaya Betawi sebagai bagian penting dari kekayaan budaya nasional.
Menjelang 500 tahun Kota Jakarta, budaya Betawi harus semakin mendapat ruang, perhatian, dan kesempatan untuk berkembang, baik melalui pendidikan, kegiatan kesenian, pelestarian tradisi, maupun penguatan lembaga adat dan kebudayaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan, rekomendasi, serta kerja sama nyata demi kemajuan kebudayaan Betawi agar tetap lestari dan menjadi kebanggaan generasi penerus.

Betawi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi identitas, jati diri, dan kekuatan budaya untuk masa depan Jakarta.
Jaga Budaya Betawi, Lestarikan Warisan Leluhur, Menuju Jakarta 500 Tahun.
Yus