Menjaga Marwah Abang None Jakarta : Agama, Adab, dan Adat Tidak Boleh Dipisahkan dari Jati Diri Betawi

Metrojabaronline.com // Jakarta, 21 September 2026 — Menjaga marwah Abang None Jakarta tidak hanya berkaitan dengan penampilan, kemampuan komunikasi, maupun peran dalam memperkenalkan Jakarta kepada masyarakat luas. Nilai agama, adab, dan adat juga menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari identitas masyarakat Betawi.
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH, LL.M, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta, dalam sebuah pernyataan yang membahas pentingnya menjaga jati diri Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Menurut Dailami Firdaus, Abang None Jakarta memiliki posisi strategis sebagai representasi masyarakat dan budaya Jakarta. Karena itu, keberadaan Abang None tidak semata-mata dipandang sebagai simbol pariwisata atau kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membawa nilai-nilai budaya dan karakter masyarakat Jakarta.

Ia menekankan bahwa agama, adab, dan adat merupakan tiga unsur yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat Betawi.
“Agama, adab dan adat tidak boleh dipisahkan dari jati diri Betawi,” demikian pokok pesan yang disampaikan Dailami Firdaus.
Ia juga menyoroti pentingnya mempertahankan nilai-nilai budaya lokal ketika Jakarta terus berkembang menjadi kota dengan pergaulan masyarakat yang semakin luas dan bersifat global.
Dalam konteks tersebut, budaya Betawi dinilai tetap memiliki ruang penting sebagai identitas Jakarta. Nilai kesopanan, penghormatan kepada orang tua dan tokoh masyarakat, serta tradisi yang diwariskan antargenerasi menjadi bagian dari karakter yang perlu terus dirawat.

Dailami Firdaus juga mengingatkan bahwa modernisasi dan keterbukaan terhadap dunia global tidak harus membuat identitas budaya lokal ditinggalkan. Sebaliknya, perkembangan zaman dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian nilai agama, adab, dan adat.

Menjaga Identitas di Tengah Jakarta Global
Jakarta yang terus berkembang sebagai kota global menghadirkan tantangan tersendiri bagi keberlangsungan budaya lokal. Dalam situasi tersebut, generasi muda, termasuk Abang None Jakarta, memiliki peran dalam memperkenalkan kebudayaan Betawi kepada masyarakat yang lebih luas.

Pesan yang disampaikan Dailami Firdaus menjadi pengingat bahwa representasi budaya tidak hanya berbicara mengenai busana, kesenian, bahasa, dan tradisi, tetapi juga menyangkut nilai dan perilaku yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, menjaga marwah Abang None Jakarta juga dapat dimaknai sebagai upaya menjaga citra, karakter, serta jati diri budaya Betawi di tengah dinamika perkembangan ibu kota.

Narasumber: Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH, LL.M
Jabatan: Anggota DPD RI – Dapil Jakarta
Topik: Jati Diri Betawi, Abang None Jakarta, Agama, Adab dan Adat
Tanggal rilis: 21 September 2026

Yus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *